Pemeliharaan Preventif Penting

Pemeliharaan preventif pentingPreventive maintenance atau pemeliharaan/perawatan preventif secara sederhana tujuannya adalah untuk menghindarkan unit dari kerusakan yang dapat mengakibatkan terganggunya proses produksi sehingga mengakibatkan kerugian secara finansial.

Sebelum kita mengenal apa itu preventive maintenance, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis pemeliharaan terlebih dahulu sehingga kita mengetahui posisi preventive maintenance.

Baca juga artikel kami sebelumnya tentang pemeliharaan preventif disini: Pentingnya Pemeliharaan Preventif pada Traktor

Jenis Pemeliharaan

Pada dasarnya pemeliharaan terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

  • Pemeliharaan terencana (planned maintenance)
  • Pemeliharaan tidak terencana (unplanned maintenance)

Terencana (planned maintenance)

Sesuai dengan namanya, pemeliharaan terencana merupakan jenis pemeliharaan yang aktifitasnya sudah terencana. Pemeliharaan ini sendiri terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu:

  • Pemeliharaan preventif penting (preventive maintenance)
    Merupakan jenis pemeliharaan yang pelaksanaannya berdasarkan kriteria tertentu dengan tujuan menghindarkan unit dari kerusakan. Pemeliharaan jenis ini pengerjaannya dilakukan sebelum unit rusak.
  • Pemeliharaan terjadwal (scheduled maintenance)
    Berbeda dengan pemeliharaan sebelumnya, pemeliharaan jenis ini pelaksanaannya berdasarkan rentang waktu tertentu. Rentang waktu nya pun dapat berbeda antara satu dengan yang lain, berdasarkan dari pengalaman, data dan buku panduan yang berasal dari pabrikan traktor yang digunakan.
  • Pemeliharaan prediktif (predictive maintenance)
    Pelaksanaan pemeliharaan bergantung dari kondisi mesin. Oleh karena itu kondisi mesin sedianya secara rutin mengalami pemeriksanaan, sehingga kinerja mesin dan keselamatan kerja tetap terjaga.

Tidak terencana (unplanned maintenance)

Selain adanya pemeliharaan terencana, ada juga pemeliharaan tidak terencana. Umumnya perencanaan jenis ini terjadi lantaran adanya kerusakan yang sifatnya mendadak. Pemeliharaan tidak terencana terdiri dari 3 (tiga) hal, yaitu:

  • Pemeliharaan darurat (emergency maintenance)
    Perawatan jenis ini berlangsung saat terjadi kerusakan yang harus segera . Umumnya sifatnya dadakan yang terjadi saat unit beroperasi.
  • Pemeliharaan kerusakan (breakdown maintenance)
    Perawatan breakdown berlangsung saat unit mengalami kerusakan yang menuntut perbaikan dengan skala prioritas.
  • Pemeliharaan korektif (corrective maintenance)
    Pemeliharaan korektif bertujuan untuk memperbaiki hasil akibat hasil akhir yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Biasanya pemeliharaan jenis ini mengharuskan perbaikan dari proses produksinya.

Keuntungan Preventive Maintenance

Setelah Anda mengetahui jenis perawatan apa saja yang dapat dilakukan, sekarang coba kita telisik lebih dalam lagi tentang keuntungan melakukan pemeliharaan preventif/pencegahan bagi unit traktor dan alat mekanisasi pertanian lain yang kerap Anda gunakan.

  • Mencegah besarnya biaya perbaikan
    Dengan pemeliharaan preventif/pencegahan, maka biaya pemeliharaan lebih terencana. Tidak muncul lagi biaya perbaikan yang melambung tinggi lantaran tidak adanya pengecekan.
  • Mengurangi waktu tidak beroperasinya mesin akibat rusak
    Membeli sebuah alat mekanisasi pertanian seperti traktor membutuhkan investasi dana yang tidak sedikit. Dengan melakukan preventive maintenance maka dapat menekan potensi tidak bekerja unit lantaran lupa mengganti komponen.
  • Memperpanjang usia pemakaian mesin
    Pemeliharaan teratur jelas akan memperpanjang masa pakai alat, hal yang sama berlaku pada mesin traktor, mesin tanam, dan mesin panen, serta implemen.
  • Proses produksi dapat berjalan sesuai dengan rencana
    Sebelum membeli sebuah alat bantu pertanian, umumnya petani menghitung perkiraan BEP (break even point), kalau dalam bahasa sederhana adalah “kapan balik modalnya”.Proses produksi yang terhambat, terlebih lagi saat panen, akan sangat mengganggu perhitungan yang sudah tersusun sebelumnya. Jika sebelumnya 1 hektar bisa panen hingga sekian ton, hanya gara-gara mesin rusak, produksi panen bisa berkurang banyak.

Walau terdengar sederhana, tapi perawatan berkala dan pencegahan harus tetap terlaksana, komitmen, sumber daya manusia, evaluasi berkala dan disiplin menjadi kuncinya.

Jika Anda membutuhkan bantuan terkait pemeliharaan preventif, kami siap membantu dengan memberikan konsultasi terkait lembar kerja yang harus diisi secara berkala hingga dukungan suku cadang (spare part) untuk unit traktor dan mesin panen (combine harvester) Anda.

Selamat menerapkan pemeliharaan preventif di usaha Anda masing-masing.

Sumber: Tujuan, Fungsi, Jenis dan Kegiatan Perawatan

Artikel ini membantu Anda?